Search This Blog

Pages

December 25, 2014

KEHINAAN BAGI ANAK YANG TIDAK BERBUAT BAIK KEPADA IBUBAPA

Bismillaa hir rohma nir rohim
SANTAPAN ROHANI - PAGI KHAMIS 2014:
KEHINAAN BAGI ANAK YANG TIDAK BERBUAT BAIK KEPADA IBUBAPA
Abu Hurairah radhiallahu 'anh berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda:
“SUNGGUH HINA, SUNGGUH HINA, SUNGGUH HINA!”.. Baginda ditanya: “Siapakah wahai Rasulullah (yang hina itu)?” Baginda menjawab: “Orang yang mendapati orang tuanya dalam keadaan tua, sama ada salah seorang atau kedua-duanya, kemudian dia tidak dapat memasuki syurga..”….(HR Muslim)…
Apabila ibubapa kita mencapai umur lanjut, lazimnya CABARAN UNTUK BERBUAT BAIK KEPADA MEREKA MENJADI LEBIH TINGGI…. Ini kerana umur yang lanjut selalunya sinonim dengan SIFAT YANG LEBIH CEREWET, CELOTEH YANG PELBAGAI, kedegilan yang menjadi-jadi dan kesihatan yang semakin berkurang…
MAKA JIKA KITA DAPAT BERSABAR dengan cabaran-cabaran yang kian bertambah ini, maka ia sebenarnya MEMUDAHKAN LAGI LALUAN KITA KE SYURGA… Manakala JIKA KITA TIDAK DAPAT BERSABAR, maka ia sebenarnya menyukarkan lagi laluan ke syurga….
BERDASARKAN hadith di atas, boleh lah kita umpamakan IBUBAPA YANG SUDAH TUA SEBAGAI PENJAGA PINTU SYURGA… Jika kita bersabar dan terus beristiqamah berbuat baik kepada ibubapa, maka MEREKA AKAN MEMBUKA PINTU SYURGA kepada kita…. Sebaliknya jika kita hilang sabar dan tidak berbuat baik kepada ibubapa, maka MEREKA AKAN MENUTUP PINTU SYURGA tersebut daripada kita….
Firman Allah SWT maksudnya : “DAN RENDAHKANLAH DIRIMU TERHADAP IBU DAN BAPA KAMU dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, 'WAHAI TUHANKU, SAYANGILAH KEDUANYA sebagaimana mereka telah mengasihi aku pada waktu aku kecil'.” (Surah al-Isra’ ayat 24)… Wallahu a'lam....
*GAMBAR HIASAN SAHAJA*.....

December 24, 2014

Tangan yang Tak Akan Pernah Disentuh Api Neraka



DIRIWAYATKAN, pada saat itu Rasulullah baru tiba dari perang Tabuk. Banyak sahabat yang ikut beserta Nabi dalam peperangan ini. Tidak ada yang tertinggal kecuali orang-orang yang berhalangan dan ada uzur.

Saat mendekati kota Madinah, di salah satu sudut jalan, Rasulullah berjumpa dengan seorang tukang batu. Ketika itu Rasulullah melihat tangan buruh tukang batu tersebut melepuh, kulitnya merah kehitam-hitaman seperti terpanggang matahari.

Rasulullah bertanya, “Kenapa tanganmu kasar sekali?”

Si tukang batu menjawab, “Ya Rasulullah, pekerjaan saya ini membelah batu setiap hari, dan belahan batu itu saya jual ke pasar, lalu hasilnya saya gunakan untuk memberi nafkah keluarga saya, karena itulah tangan saya kasar.”

Rasulpun menggenggam tangan itu, dan menciumnya seraya bersabda, “Hadzihi yadun la tamatsaha narun abada”, ‘inilah tangan yang tidak akan pernah disentuh oleh api neraka selama-lamanya‘.”

SELENGKAPNYA: http://www.islampos.com/tangan-yang-tak-akan-pernah-disentuh-api-neraka-107645/

Misteri Sungai Euphrat Di Iraq



Dalam sebuah hadits disebutkan, “Hampir tiba masanya, sungai Euphrat surut menyingkapkan pembendaharaan emas. Siapa yang menghadirinya, janganlah mengambilnya sedikitpun.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Ubay bin Ka’ab: “Hampir tiba masanya, sungai Euphrat surut menyingkapkan gunung emas. Jika orang-orang mendengar hal itu, mereka berjalan ke sana. Maka orang-orang yang ada di sana mengatakan, “Jika kita membiarkan orang-orang mengambilinya, mereka pasti akan mengambil seluruhnya,” Beliau bersabda, “Maka, mereka bertempur di atasnya, sehingga setiap seratus orang terbunuh sembilan puluh sembilan.” [HR. Muslim]

Ibnu Hajar dalam menyarahkan hadist ini mengatakan bahwa surutnya air sungai Euphrat akan terjadi menjelang kemunculan Al-Mahdi

Rasulullah saw bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sehingga sungai Euphrat surut menyingkapkan gunung emas, di atasnya orang-orang berperang, sehingga setiap seratus orang akan terbunuh sembilan puluh sembilan. Setiap orang dari mereka mengatakan: “Mudah-mudahan, akulah orang yang selamat itu.” [HR. Ahmad]

Syaikh Yusuf al Wabil mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ‘gunung emas’ di sini bukanlah minyak bumi sebagai mana pendapat Abu ‘Ubaiyyah dalam ta’liqnya terhadap kitab An-Nihayah Fil Fitan (1:208) karya Ibnu Katsir, dengan beberapa alasan sebagai berikut:

a. Bahwa dalam nash hadist itu disebutkan lafal “jabal min dzahab” (gunung emas), sedang minyak bumi bukan emas secara hakiki, karena emas merupakan tambang yang sudah dikenal.

b. Bahwa Nabi saw memberitahukan bahwansanya air sungai itu akan menyingkap gunung emas yang dilihat orang, sedangkan minyak bumi itu digali dari dalam bumi dari kedalaman yang amat dalam dengan menggunakan alat-alat.

c. Bahwa Nabi saw mengkhususkan sungai Furat (Euphrat) dengan keistimewaan ini, tanpa menyertakan laut dan sungai lain, sedang minyak bumi digali dari laut dan dari darat di berbagai tempat sebagaimana yang kita lihat.

d. Nabi saw memberitahukan bahwa orang-orang akan berperang di sisi pembendaharaan ini, dan tidak diberitakan bahwa mereka berperang ketika digalinya minyak bumi dari Furat (Euphrat) atau lainnya. Bahkan Nabi saw melarang orang yang mendatanginya, sebagaimana disebutkan dalam riwayat laindari Ubay bin Ka’ab r.a, ia berkata, “Manusia senantiasa berselisih dan bersitegang urat leher dalam mencari kekayaan duniawi …, sesungguhnya saya pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, “Tidak akan datang hari kiamat sehingga sungai Euphrat menyingkap gunung emas, maka barangsiapa yang datang kepadanya, janganlah ia mengambil susuatu darinya. [Shahih Muslim, Kitab Al-Fitan wa Asyrathus-Sa’ah, Bab Laa Taquumu As-Sa’atu Hatta Yahsira Al-Furat ‘an Jabal min Dzahab 18:19]

Orang yang menafsirkan “gunung emas” ini dengan minyak bumi, maka sebagai konsekuensinya ia harus menetapkan dilarangnya mengambil minyak bumi ini (karena di dalam hadits tersebut Rasulullah saw melarang seseorang mengambil sesuatu darinya – Penj.), padahal tidak ada seorangpun yang berani mengatakan demikian.

Al-Hafizh Ibnu Hajar menguatkan pendapat yang mengatakan bahwa dilarangnya mengambil emas ini disebabkan hal ini dapat menimbulkan fitnah dan peperangan. [Fathul-Baari 13:81]. Selengkapnya lihat: Tanda-tanda kiamat, Syaikh Yusuf Al Wabil hal 159-160]

SELENGKAPNYA: http://www.islampos.com/misteri-sungai-euphrat-di-iraq-38792/

December 23, 2014

SIFAT AHLI SYURGA

Bismillaa hir rohma nir rohim
SANTAPAN ROHANI - PAGI SELASA 23 DISEMBER 2014:
SIFAT AHLI SYURGA
SEWAKTU BERADA DI DALAM MASJID, Rasulullah SAW bersabda kepada sahabat, "SEBENTAR LAGI, SEORANG PENGHUNI SYURGA AKAN MASUK."... Mendengar itu, semua mata tertumpu ke pintu masjid... Dalam fikiran para sahabat, terbayang watak orang yang luar biasa, yang hebat, dan punya nama yang besar... TIBA-TIBA MASUKLAH SEORANG LELAKI BIASA, YANG MUKANYA MASIH BASAH DENGAN AIR WUDUK.... Ia bukan orang terkenal.... Dia ialah ABU UMAMAH IBNU JARRAH r.a.... Keesokan harinya, peristiwa serupa berulang, demikian pula hari ketiga... Para sahabat merasa hairan, amalan apa yang dilakukan, hingga Rasulullah SAW menyebutnya CALON PENGHUNI SYURGA...
Sahabat ABDULLAH BIN AMR BIN 'ASH r.a, meminta izin kepada Abu Umamah untuk menginap tiga hari di rumahnya, untuk memperhatikan cara amalannya.... Namun tidak ada satu pun yang istimewa.... Ibadatnya pun biasa saja.... Pasti ada sesuatu yang disembunyikan.... Lalu Abdullah pun bertanya: “AMAL APAKAH YANG ENGKAU LAKUKAN, SEHINGGA RASULULLAH SAW MEMANGGILMU CALON PENGHUNI SYURGA? “... Jawab Abu Umamah: "Apa yang engkau lihat, itulah."... Abdullah rasa kecewa dengan jawapan itu... Ketika dia hendak pergi, tiba-tiba ABU UMAMAH berkata: "Wahai saudaraku, sesungguhnya AKU TIDAK PERNAH IRI HATI DAN DENGKI terhadap nikmat yang Allah berikan kepada orang lain.... SEBELUM TIDUR, aku selalu BERSIHKAN HATI daripada ujub, takbur, dengki dan rasa dendam."....
KEBERSIHAN HATI ADALAH KUNCI UNTUK MEMBUKA PINTU SYURGA... Sekecil mana pun amalan, tetap akan dapat memasukkan orang ke syurga, asalkan ia memiliki hati bersih... Sebaliknya, sebanyak mana pun amalan, tidak akan bererti sama sekali apabila kita memiliki hati penuh penyakit...
ABU UMAMAH LAYAK DICONTOHI... IA BUKAN SAHABAT TERKENAL SEPERTI ABU BAKAR AS-SIDDIQ, UMAR BIN KHATTAB, USMAN BIN 'AFFAN ATAU ALI BIN ABI TALIB.... Ibadatnya tidak tersohor seperti Abu Darda', Abdul Rahman bin 'Auf, Salman al-Farisi, juga beberapa sahabat lainnya.... Namun darjatnya di mata Allah dan Rasul-Nya demikian tinggi, hingga Rasulullah SAW menyatakan ia sebagai calon penghuni syurga kerana HATINYA BERSIH daripada penyakit, kebencian, HASAD DENGKI, BURUK SANGKA dan dendam... Wallahu a'lam......

December 21, 2014

KISAH KELEBIHAN BERSELAWAT KE ATAS RASULULLAH S.A.W


Rasulullah S.A.W telah bersabda bahawa, "Malaikat Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail A.S. telah berkata kepadaku.
Berkata Jibril A.S. : "Wahai Rasulullah, barang siapa yang membaca selawat ke atasmu tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan saya bimbing tangannya dan akan saya bawa dia melintasi titian seperti kilat menyambar."
Berkata pula Mikail A.S. : "Mereka yang berselawat ke atas kamu akan aku beri mereka itu minum dari telagamu."
Berkata pula Israfil A.S. : "Mereka yang berselawat kepadamu akan aku sujud kepada Allah S.W.T dan aku tidak akan mengangkat kepalaku sehingga Allah S.W.T mengampuni orang itu."
Malaikat Izrail A.S pula berkata : "Bagi mereka yang berselawat ke atasmu, akan aku cabut roh mereka itu dengan selembut-lembutnya seperti aku mencabut roh para nabi-nabi."
Apakah kita tidak cinta kepada Rasulullah S.A.W.? Para malaikat memberikan jaminan masing-masing untuk orang-orang yang berselawat ke atas Rasulullah S.A.W.
Dengan kisah yang dikemukakan ini, kami harap para pembaca tidak akan melepaskan peluang untuk berselawat ke atas junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W. Mudah- mudahan kita menjadi orang-orang kesayangan Allah, Rasul dan para malaikat.

September 12, 2014

Sebaik-baiknya manusia adalah generasiku

Sebaik-baiknya manusia adalah generasiku (Rasulullah dan Sahabat), kemudian generasi yang datang sesudah mereka (Tabi’in), kemudian yang datang sesudah mereka (Tabi’ut Tabi’in)……” (Hadits)

July 22, 2014

Sumpah Barra' bin Malik Yang Tidak Ditolak Allah 'Azza wa Jalla.


Anas radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ada beberapa orang yang berpenampilan kusut don jelek dengan baju yang sudah lusuh jika dia bersumpah maka niscaya Allah akan menakdirkan sumpahnya tersebut terealisasi. Dan jika mereka berdoa niscaya doanya tidak akan ditolak oleh Allah, salah seorang di antara golongan ini adalah Barra’ bin Malik. ” [HR.Tirmidzi 3854] Barra’ bin Malik radhiyallahu ‘anhu, saudara Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu adalah salah seorang shahabat yang mulia, seorang pahlawan yang sangat pemberani. Dia berhasil membunuh seratus orang musyrik dalam sebuah pertarungan satu lawan satu (tanpa ada yang membantunya). Ketika dalam sebuah peperangan, Umar bin Khaththab menulis pesan kepada pemimpin perang yang intinya adalah agar mereka tidak melibatkan Barra’ bin Malik dalam barisan tentara kaum muslimin, karena sesungguhnya dia sendiri akan menghancurkan kaum musyrik terlebih dahulu. Pada saat kaum muslimin dalam keadaan terus menerus disakiti oleh kaum musyrik, kaum muslimin berkata kepada Barra’ bin Malik, “Wahai Barra’, sesungguhnya Rasulullah pernah bersabda: “Sesungguhnya jika kamu bersumpah atas nama Allah niscaya Allah ta’ala akan menerima (sumpah)mu, maka bersumpahlah atas nama Rabbmu.” Setelah itu Barra’ bin Malik berdoa, “Aku bersumpah atas nama-Mu wahai Rabbku, jika Engkau tunjukkan kepada kami tentang rahasia kekuatan mereka (orang musyrik), maka biarkanlah aku mengikuti (jalan) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian Allah memberi mereka petunjuk atas rahasia kekuatan kaum musyrik, setelah itu Barra’ bin Malik dibunuh (oleh kaum musyrik), dan meninggal dalam keadaan syahid. Pada sebuah kesempatan, Barra’ bin Ibnu Malik berada di Yamamah. Pada waktu itu penduduk muslim Yamamah banyak yang lari meninggalkan Islam, mereka mencari sebuah perlindungan, hingga mereka sampai di suatu tempat (kebun) yang di dalamnya terdapat musuh Allah ta’ala, Musailamah Al-Kaddzab. Barra’ bin Malik berkata, “Wahai kaum muslim, bawalah aku dan pertemukan aku dengan mereka (orang-orang yang murtad).” Setelah itu Barra’ bin Malik dibawa dengan menggunakan tameng dan perisai ke kebun tersebut dan langsung menyerbu orang-orang yang murtad. Dalam pertempuran tersebut kaum muslimin mendapatkan kemenangan, mereka berhasil menguasai kebun (kota) tersebut dan berhasil membunuh Musailamah Al Kaddzab La’anahullaah, pada pertempuran tersebut Barra’ bin Malik mengalami luka sebanyak delapan puluh tusukan. Oleh karena itu, Khalid bin Walid merawat dan mengobati luka- luka Barra’ selarna satu bulan. [Siyar A'lam an-Nubalaa' (III/123-125), Thabaqaat Ibnu Sa'ad (VII/16). Al Ishaabah (I/143-144)] Sumber: Buku “Wujudkan Impian Anda Dengan Do’a”, Syaikh Majdi Muhammad asy-Syahawi, Penerbit an-Naba solo. Silahkan di Share, Copas, Dan Lain-Lain, Dengan Tetap Mencantumkan Sumbernya.

Malaikat tidak masuk ke rumah yang di dalamnya terdapat anjing atau gambar makhluq bernyawa

Kisah Anak Anjing yg bersembunyi dirumah Rasulullah
Demi Allah, saya tidak tahu apa yang akan saya katakan terhadap kenyataan yang memilukan ini , di mana kondisi kaum muslimin telah sampai mengekor kepada barat yang kafir?! Bagaimana bisa terjadi pada seseorang yang bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, kemudian di dalam rumahnya dia memelihara seekor anjing, sementara dia tahu bahwa perbuatan seperti itu telah membuat Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam marah pada suatu hari, bahkan hal itu telah mencegah Malaikat Jibril untuk masuk menemui beliau di rumahnya karena di dalamnya terdapat anjing. Dari ‘Aisyah rodhiyallaahu ‘anha bahwa ia berkata, “Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam mengambil janji dengan Jibril ‘alayhissalaam agar dia mendatanginya pada suatu saat. Lalu tibalah saat tersebut, namun Jibril belum juga datang menemuinya, sementara di tangannya ada sebatang tongkat lalu beliau melemparkannya dari tangannya seraya mengatakan, “Allah tidak pernah menyalahi janjiNya begitu pula dengan Rosul-RosulNya.” Kemudian beliau menoleh, tiba-tiba ada seekor anak anjing di bawah tempat tidurnya, lalu beliau bersabda, “Wahai ‘Aisyah! sejak kapan anak anjing ini masuk ke tempat ini?” ‘Aisyah menjawab, “Demi Allah, aku tidak tahu.” Lalu beliau memerintahkan kepada seseorang sehingga anak anjing tersebut dikeluarkan. Kemudian datanglah Jibril. Lalu Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam menyapanya, “Engkau berjanji kepadaku, dan aku duduk menunggumu, namun engkau tidak segera datang.” Jibril menjawab, “Aku tidak segera datang karena ada anak anjing di rumahmu. Sesungguhnya kami (para Malaikat) tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada anjing atau gambar (dari makhluq yang bernyawa)”.” {HR. Muslim, Kitab Al-Libaas bab Tashwiir Shuurotil Hayawaan… (An-Nawawi XIII/307, no.5478).} Oleh karena itu, maka setiap muslim yang memasukkan seekor anjing ke dalam rumahnya yang tidak dibutuhkan, hendaklah ia bertaubat kepada Allah tabaaroka wa ta’aalaa dan memahami saat-saat penting dari Rosulullaah ini. Dan kebiasaan buruk ini tidak menyebar (yaitu memelihara anjing untuk dijadikan hiasan dan menjadi kebanggan) melainkan karena pengaruh taklid buta terhadap budaya barat yang kufur lagi kafir. Kita mengikuti mereka hingga dalam hal memelihara anjing!! Lantas, apa yang masih tersisa? Hanya kepada Allah lah kita meminta pertolongan. Sesungguhnya umat kita ini sedang tenggelam! Adakah yang mau kembali kepada ajaran-ajaran agama kalian yang benar? Atau lebih memilih hawa nafsu? Pada dasarnya sikap lancang ini (yaitu memelihara anjing) adalah sikap lancang dan maksiat, dirimu sendiri yang mengharamkan diri untuk berdampingan dengan Malaikat rahmat. Oleh karena itu ambillah petunjuk dengan petunjuk Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam niscaya engkau akan selamat dan bahagia di dunia dan akherat. Malaikat yang tidak masuk ke rumah yang di dalamnya terdapat anjing atau gambar makhluq bernyawa adalah Malaikat yang selalu berkeliling untukm membawa rahmat, kebaikan, keberkahan, dan istighfar. Adapun Malaikat para pencatat amal, pencabut nyawa, mereka memasuki tiap-tiap rumah dan tidak menjauh dari manusia, karena mereka diperintahkan oleh Allah. Dikutip dari “Mawaaqif Ghodhiba fiiha Nabiyyu” Khumais As-Sa’id. Edisi terjemah; “Pelajaran Penting Dari Marahnya Nabi”. Hal. 48-53. Penerbit Pustaka Ibnu Katsir.

May 17, 2014

Dua jenis mata yang tidak akan disentuh oleh api neraka

Nabi saw bersabda:.
"Dua jenis mata yang tidak akan disentuh oleh api neraka:
1) Mata yang menangis kerana takutkan Allah,
2) Mata yang tetap berjaga fi sabilillah (berjihad di jalan Allah)"

[hadith riwayat al-tirmizi 1642]
Di dalam riwayat yang lain:
"Mata yang berpaling dari apa-apa yang diharamkan oleh Allah"
Semoga kita termasuk di dalam golongan disebutkan tersebut!

May 14, 2014

Taubat menghapuskan dosa

Seorang lelaki datang bertemu dengan Rasulullah SAW seraya berkata, "Jika aku berbuat dosa, apakah akan ditulis?" Rasulullah menjawab, "Ya. Akan ditulis." Ia bertanya lagi, "Bagaimana jika aku bertaubat?" Rasulullah menjawab, "Akan dihapus."

Ia berkata lagi, "Bagaimana jika aku mengulangi lagi?" Rasulullah menjawab, "Akan ditulis." Ia berkata lagi, "Ya Rasulullah, bagaimana kalau aku bertaubat?"

Rasulullah menjawab,"Akan dihapus." Lelaki itu pun berkata, "Ya Rasulullah, sampai bilakah Allah akan menghapus?" Rasulullah menjawab, "Allah tidak akan bosan memberi ampunan sampai kalian bosan meminta ampun."

(HR Thabrani & al-Hakim)

May 2, 2014

malaikat menghapuskan surat kejahatan

Dari Ibnu Abbas r.a., Rasulullah SAW bersabda: “ Sesiapa membaca kalimah berikut, pada bulan Rejab, Syaaban dan Ramadhan di antara waktu Zuhur dengan Asar; nescaya disuruh dua malaikat untuk menghapuskan surat kejahatan.”

اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمُ الَّدِىْ لآ اِلَهَ اِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لاَ يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلاَ نَفْعًا وَلاَ مَوْتًا وَلاَ حَيَاةً وَلاَ نُشُوْرًا.

Daku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung yang tiada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Hidup Lagi Maha Mengurus! Daku bertaubat kepada-Nya selaku taubatnya seorang hamba yang banyak dosa yang tiada menguasai akan dirinya dan tidak mampu membuat, menolak mudharat dan manfaat serta tidak dapat menguasai kematian, hidup dan kebangkitan.

April 12, 2014

Nabi SAW menggalakkan makan cuka kerana banyak khasiatnya



عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللّهِ رَضِيَ اللّهُ عَنْهُمَا أَنّ رَسُولَ اللّهِ صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ سَأَلَ أَهْلَهُ الْإِدَامَ فَقَالُوا : مَا عِنْدَنَا إلا خَلّ فَدَعَا بِهِ وَجَعَلَ يَأْكُلُ وَيَقُولُ نِعْمَ الْإِدَامُ الْخَلّ نِعْمَ الْإِدَامُ الْخَلّ
Dari Jabir bin Abdullah RA bahawa Rasulullah SAW bertanya tentang lauk pauk kepada keluarganya. Jawab mereka: “Kami tidak mempunyai apa-apa, kecuali cuka”. Lalu Rasulullah SAW meminta dihidangkan. Setelah dihidangkan, baginda memakannya seraya berkata: “Sebaik-baik lauk ialah cuka.” (HR Muslim)


عَنْ أُمّ سَعْدٍ رَضِيَ اللّهُ عَنْهَا عَنْ النّبِيّ صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ نِعْمَ الْإِدَامُ الْخَلّ اللّهُمّ بَارِكْ فِي الْخَلّ فَإِنّهُ كَانَ إدَامَ الْأَنْبِيَاءِ قَبْلِي وَلَمْ يَفْتَقِرْ بَيْتٌ فِيهِ الْخَل
Dari Ummu Said RA dari Nabi SAW baginda bersabda: “Sebaik-baik lauk ialah cuka. “Ya Allah berkatilah cuka. Sesungguhnya ia adalah lauk para nabi sebelumku. Tidak akan dilanda kemiskinan rumah yang ada cuka”. (HR Ibnu Majah)

Sampaikan nasihat kerana aku

Maksud Hadis Qudsi:
Berkata Abu Umamah Al-Bahili r.a. bahawasanya Nabi saw telah bersabda: Allah telah berfirman:
"Sebaik-baik persembahan yang dapat diberikan hamba-Ku kepada-Ku ialah menyampaikan nasihat kerana Aku." (Riwayat: Ahmad, Hakim dan Abu Nu'aim)

Hadis Qudsi – Zikir selepas solat Asar dan Subuh


Berkata Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi SAW telah bersabda: Allah Taala telah berfirman:
“Hendaklah kamu mengingati Aku seketika selepas solat asar dan subuh nescaya Aku mencukupi kamu di antara keduanya. Disebutkan dalam satu hadis yang lain, “Hendaklah kamu mengingati Allah nescaya Dia akan membantu menyempurnakan hajat kamu.” (Riwayat Ahmad)

April 8, 2014

Terbeban dengan hutang? Nah, Nabi ajarkan cara untuk menghilangkan keresahan melalui Hadis Riwayat Abu Daud 4/353:



Abu Said Al-Khudhri RA berkata: “Pada suatu hari Rasulullah SAW masuk ke masjid. Tiba-tiba ada seorang sahabat bernama Abu Umamah RA sedang duduk di sana. Beliau bertanya: ”Wahai Abu Umamah, kenapa aku melihat engkau sedang duduk (di masjid) di luar waktu solat?” Beliau menjawab: ”Aku resah memikirkan hutangku, wahai Rasulullah.” Beliau bertanya: ”Mahukah aku ajarkan kepadamu sebuah doa yang apabila engkau baca maka Allah taala akan menghilangkan keresahanmu dan melunasi hutangmu?” Dia menjawab: ”Sudah tentu ya Rasulullah.”

Beliau bersabda,”Jika engkau berada di waktu pagi mahupun petang, bacalah doa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari perasaan resah dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari sifat lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari sifat pengecut dan kedekut. Dan aku berlindung kepada Engkau dari belenggu hutang dan kekerasan manusia.”


March 3, 2014

Empat Kunci Kemurkaan



Hadith :

Rasulullah s.a.w telah bersabda yang maksudnya:”Empat kalangan yang pada waktu pagi mereka dimurkai Allah dan pada waktu petangnya juga dimurkai Allah. Abu Hurairah bertanya: Siapa mereka wahai Rasulullah? Jawab baginda:” Orang lelaki yang berlagak seperti wanita, kaum wanita yang berlagak seperti lelaki. Orang yang bersetubuh dengan binatang dan orang yang melakukan hubungan sejenis.”

(At-Tabrani dan al-Baihaqi)