Search This Blog

Pages

October 4, 2010

SANGAT HARAM JIMAK (BERSETUBUH) PADA SIANG HARI RAMADHAN DAN WAJIB MENEBUS DOSANYA DENGAN KAFARAT YANG BESAR TERHADAP ORANG KAYA, TETAPI GUGUR KAFARAT ITU TERHADAP ORANG MISKIN



678. Abu Hurairah r.a. berkata: Seorang datang kepada Nabi saw. dan berkata:  Orang yang di belakang ini telah bersetubuh dengan istrinya di siang hari Ramadhan. Nabi saw. bertanya: Dapatkah engkau memerdekakan budak? Jawabnya: Tidak. Ditanya: Dapatkah engkau puasa dua bulan berturut-turut? Jawabnya: Tidak. Ditanya: Dapatkah engkau memberi makan enam puluh orang miskin? Jawabnya: Tidak. Tiba-tiba datang orang membawa karung berisi kurma, maka Nabi saw. bersabda kepada orang itu: Bershadaqahlah dengan ini untuk dirimu. Orang itu bertanya: Apakah kepada orang yang lebih miskin dari kami. Padahal sekitarku tidak ada keluarga yang lebih fakir dari kami. Sabda Nabi: Makanlah dengan keluargamu. (Bukhari, Muslim).
Dalam riwayat Muslim: Orang itu berkata: Binasalah aku ya Rasulullah. Nabi saw. bertanya: Apakah yang membinasakan dirimu? Jawabnya: Aku telah bersetubuh dengan istriku di siang hari Ramadhan. Lalu Nabi saw. menanyakan: Apakah engkau dapat memerdekakan budak? Jawabnya: Tidak. Dapatkah engkau puasa dua bulan berturut-turut? Jawabnya: Tidak. Dapatkah memberi makan enam puluh orang miskin? Jawabnya: Tidak. Kemudian ia tetap duduk, lalu ada orang datang membawa sekarung kurma. Nabi saw. bersabda kepadanya: Ini shadaqahkan. Jawabnya: Kepada orang yang lebih fakir dari kami, sebab di daerah kami tidak ada keluarga yang lebih fakir dari kami, maka tertawalah Nabi saw. sehingga terlihat gigi serinya dan bersabda: Bawalah ini dan berikan makan kepada keluargamu. (Bukhari, Muslim).
679. ‘Aisyah r.a. berkata: Seorang datang kepada Nabi saw. di masjid lalu berkata: Aku terbakar, aku terbakar. Ditanya oleh Nabi saw.: Mengapakah? Jawabnya: Aku telah bersetubuh dengan istriku di siang hari Ramadhan. Maka sabda Nabi saw.: Bershadaqahlah! Jawabnya: Aku tidak punya apa-apa. Lalu ia duduk, tiba-tiba datang seorang menuntun himar membawa makanan kepada Nabi saw. Maka Nabi saw. bertanya: Manakah orang yang terbakar itu? Jawabnya: Inilah aku. Nabi bersabda: Bawalah ini dan shadaqahkan! Ia tanya: Kepada orang yang lebih fakir dari padaku, padahal keluargaku tidak ada makanan. Maka sabda Nabi saw.: Makanlah kamu. (Bukhari, Muslim).