Search This Blog

Loading...

Pages

Sunday, December 21, 2014

KISAH KELEBIHAN BERSELAWAT KE ATAS RASULULLAH S.A.W


Rasulullah S.A.W telah bersabda bahawa, "Malaikat Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail A.S. telah berkata kepadaku.
Berkata Jibril A.S. : "Wahai Rasulullah, barang siapa yang membaca selawat ke atasmu tiap-tiap hari sebanyak sepuluh kali, maka akan saya bimbing tangannya dan akan saya bawa dia melintasi titian seperti kilat menyambar."
Berkata pula Mikail A.S. : "Mereka yang berselawat ke atas kamu akan aku beri mereka itu minum dari telagamu."
Berkata pula Israfil A.S. : "Mereka yang berselawat kepadamu akan aku sujud kepada Allah S.W.T dan aku tidak akan mengangkat kepalaku sehingga Allah S.W.T mengampuni orang itu."
Malaikat Izrail A.S pula berkata : "Bagi mereka yang berselawat ke atasmu, akan aku cabut roh mereka itu dengan selembut-lembutnya seperti aku mencabut roh para nabi-nabi."
Apakah kita tidak cinta kepada Rasulullah S.A.W.? Para malaikat memberikan jaminan masing-masing untuk orang-orang yang berselawat ke atas Rasulullah S.A.W.
Dengan kisah yang dikemukakan ini, kami harap para pembaca tidak akan melepaskan peluang untuk berselawat ke atas junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W. Mudah- mudahan kita menjadi orang-orang kesayangan Allah, Rasul dan para malaikat.

Friday, September 12, 2014

Sebaik-baiknya manusia adalah generasiku

Sebaik-baiknya manusia adalah generasiku (Rasulullah dan Sahabat), kemudian generasi yang datang sesudah mereka (Tabi’in), kemudian yang datang sesudah mereka (Tabi’ut Tabi’in)……” (Hadits)

Tuesday, July 22, 2014

Sumpah Barra' bin Malik Yang Tidak Ditolak Allah 'Azza wa Jalla.


Anas radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ada beberapa orang yang berpenampilan kusut don jelek dengan baju yang sudah lusuh jika dia bersumpah maka niscaya Allah akan menakdirkan sumpahnya tersebut terealisasi. Dan jika mereka berdoa niscaya doanya tidak akan ditolak oleh Allah, salah seorang di antara golongan ini adalah Barra’ bin Malik. ” [HR.Tirmidzi 3854] Barra’ bin Malik radhiyallahu ‘anhu, saudara Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu adalah salah seorang shahabat yang mulia, seorang pahlawan yang sangat pemberani. Dia berhasil membunuh seratus orang musyrik dalam sebuah pertarungan satu lawan satu (tanpa ada yang membantunya). Ketika dalam sebuah peperangan, Umar bin Khaththab menulis pesan kepada pemimpin perang yang intinya adalah agar mereka tidak melibatkan Barra’ bin Malik dalam barisan tentara kaum muslimin, karena sesungguhnya dia sendiri akan menghancurkan kaum musyrik terlebih dahulu. Pada saat kaum muslimin dalam keadaan terus menerus disakiti oleh kaum musyrik, kaum muslimin berkata kepada Barra’ bin Malik, “Wahai Barra’, sesungguhnya Rasulullah pernah bersabda: “Sesungguhnya jika kamu bersumpah atas nama Allah niscaya Allah ta’ala akan menerima (sumpah)mu, maka bersumpahlah atas nama Rabbmu.” Setelah itu Barra’ bin Malik berdoa, “Aku bersumpah atas nama-Mu wahai Rabbku, jika Engkau tunjukkan kepada kami tentang rahasia kekuatan mereka (orang musyrik), maka biarkanlah aku mengikuti (jalan) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian Allah memberi mereka petunjuk atas rahasia kekuatan kaum musyrik, setelah itu Barra’ bin Malik dibunuh (oleh kaum musyrik), dan meninggal dalam keadaan syahid. Pada sebuah kesempatan, Barra’ bin Ibnu Malik berada di Yamamah. Pada waktu itu penduduk muslim Yamamah banyak yang lari meninggalkan Islam, mereka mencari sebuah perlindungan, hingga mereka sampai di suatu tempat (kebun) yang di dalamnya terdapat musuh Allah ta’ala, Musailamah Al-Kaddzab. Barra’ bin Malik berkata, “Wahai kaum muslim, bawalah aku dan pertemukan aku dengan mereka (orang-orang yang murtad).” Setelah itu Barra’ bin Malik dibawa dengan menggunakan tameng dan perisai ke kebun tersebut dan langsung menyerbu orang-orang yang murtad. Dalam pertempuran tersebut kaum muslimin mendapatkan kemenangan, mereka berhasil menguasai kebun (kota) tersebut dan berhasil membunuh Musailamah Al Kaddzab La’anahullaah, pada pertempuran tersebut Barra’ bin Malik mengalami luka sebanyak delapan puluh tusukan. Oleh karena itu, Khalid bin Walid merawat dan mengobati luka- luka Barra’ selarna satu bulan. [Siyar A'lam an-Nubalaa' (III/123-125), Thabaqaat Ibnu Sa'ad (VII/16). Al Ishaabah (I/143-144)] Sumber: Buku “Wujudkan Impian Anda Dengan Do’a”, Syaikh Majdi Muhammad asy-Syahawi, Penerbit an-Naba solo. Silahkan di Share, Copas, Dan Lain-Lain, Dengan Tetap Mencantumkan Sumbernya.

Malaikat tidak masuk ke rumah yang di dalamnya terdapat anjing atau gambar makhluq bernyawa

Kisah Anak Anjing yg bersembunyi dirumah Rasulullah
Demi Allah, saya tidak tahu apa yang akan saya katakan terhadap kenyataan yang memilukan ini , di mana kondisi kaum muslimin telah sampai mengekor kepada barat yang kafir?! Bagaimana bisa terjadi pada seseorang yang bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, kemudian di dalam rumahnya dia memelihara seekor anjing, sementara dia tahu bahwa perbuatan seperti itu telah membuat Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam marah pada suatu hari, bahkan hal itu telah mencegah Malaikat Jibril untuk masuk menemui beliau di rumahnya karena di dalamnya terdapat anjing. Dari ‘Aisyah rodhiyallaahu ‘anha bahwa ia berkata, “Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam mengambil janji dengan Jibril ‘alayhissalaam agar dia mendatanginya pada suatu saat. Lalu tibalah saat tersebut, namun Jibril belum juga datang menemuinya, sementara di tangannya ada sebatang tongkat lalu beliau melemparkannya dari tangannya seraya mengatakan, “Allah tidak pernah menyalahi janjiNya begitu pula dengan Rosul-RosulNya.” Kemudian beliau menoleh, tiba-tiba ada seekor anak anjing di bawah tempat tidurnya, lalu beliau bersabda, “Wahai ‘Aisyah! sejak kapan anak anjing ini masuk ke tempat ini?” ‘Aisyah menjawab, “Demi Allah, aku tidak tahu.” Lalu beliau memerintahkan kepada seseorang sehingga anak anjing tersebut dikeluarkan. Kemudian datanglah Jibril. Lalu Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam menyapanya, “Engkau berjanji kepadaku, dan aku duduk menunggumu, namun engkau tidak segera datang.” Jibril menjawab, “Aku tidak segera datang karena ada anak anjing di rumahmu. Sesungguhnya kami (para Malaikat) tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada anjing atau gambar (dari makhluq yang bernyawa)”.” {HR. Muslim, Kitab Al-Libaas bab Tashwiir Shuurotil Hayawaan… (An-Nawawi XIII/307, no.5478).} Oleh karena itu, maka setiap muslim yang memasukkan seekor anjing ke dalam rumahnya yang tidak dibutuhkan, hendaklah ia bertaubat kepada Allah tabaaroka wa ta’aalaa dan memahami saat-saat penting dari Rosulullaah ini. Dan kebiasaan buruk ini tidak menyebar (yaitu memelihara anjing untuk dijadikan hiasan dan menjadi kebanggan) melainkan karena pengaruh taklid buta terhadap budaya barat yang kufur lagi kafir. Kita mengikuti mereka hingga dalam hal memelihara anjing!! Lantas, apa yang masih tersisa? Hanya kepada Allah lah kita meminta pertolongan. Sesungguhnya umat kita ini sedang tenggelam! Adakah yang mau kembali kepada ajaran-ajaran agama kalian yang benar? Atau lebih memilih hawa nafsu? Pada dasarnya sikap lancang ini (yaitu memelihara anjing) adalah sikap lancang dan maksiat, dirimu sendiri yang mengharamkan diri untuk berdampingan dengan Malaikat rahmat. Oleh karena itu ambillah petunjuk dengan petunjuk Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam niscaya engkau akan selamat dan bahagia di dunia dan akherat. Malaikat yang tidak masuk ke rumah yang di dalamnya terdapat anjing atau gambar makhluq bernyawa adalah Malaikat yang selalu berkeliling untukm membawa rahmat, kebaikan, keberkahan, dan istighfar. Adapun Malaikat para pencatat amal, pencabut nyawa, mereka memasuki tiap-tiap rumah dan tidak menjauh dari manusia, karena mereka diperintahkan oleh Allah. Dikutip dari “Mawaaqif Ghodhiba fiiha Nabiyyu” Khumais As-Sa’id. Edisi terjemah; “Pelajaran Penting Dari Marahnya Nabi”. Hal. 48-53. Penerbit Pustaka Ibnu Katsir.

Saturday, May 17, 2014

Dua jenis mata yang tidak akan disentuh oleh api neraka

Nabi saw bersabda:.
"Dua jenis mata yang tidak akan disentuh oleh api neraka:
1) Mata yang menangis kerana takutkan Allah,
2) Mata yang tetap berjaga fi sabilillah (berjihad di jalan Allah)"

[hadith riwayat al-tirmizi 1642]
Di dalam riwayat yang lain:
"Mata yang berpaling dari apa-apa yang diharamkan oleh Allah"
Semoga kita termasuk di dalam golongan disebutkan tersebut!

Wednesday, May 14, 2014

Taubat menghapuskan dosa

Seorang lelaki datang bertemu dengan Rasulullah SAW seraya berkata, "Jika aku berbuat dosa, apakah akan ditulis?" Rasulullah menjawab, "Ya. Akan ditulis." Ia bertanya lagi, "Bagaimana jika aku bertaubat?" Rasulullah menjawab, "Akan dihapus."

Ia berkata lagi, "Bagaimana jika aku mengulangi lagi?" Rasulullah menjawab, "Akan ditulis." Ia berkata lagi, "Ya Rasulullah, bagaimana kalau aku bertaubat?"

Rasulullah menjawab,"Akan dihapus." Lelaki itu pun berkata, "Ya Rasulullah, sampai bilakah Allah akan menghapus?" Rasulullah menjawab, "Allah tidak akan bosan memberi ampunan sampai kalian bosan meminta ampun."

(HR Thabrani & al-Hakim)

Friday, May 2, 2014

malaikat menghapuskan surat kejahatan

Dari Ibnu Abbas r.a., Rasulullah SAW bersabda: “ Sesiapa membaca kalimah berikut, pada bulan Rejab, Syaaban dan Ramadhan di antara waktu Zuhur dengan Asar; nescaya disuruh dua malaikat untuk menghapuskan surat kejahatan.”

اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمُ الَّدِىْ لآ اِلَهَ اِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِ تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لاَ يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلاَ نَفْعًا وَلاَ مَوْتًا وَلاَ حَيَاةً وَلاَ نُشُوْرًا.

Daku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung yang tiada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Hidup Lagi Maha Mengurus! Daku bertaubat kepada-Nya selaku taubatnya seorang hamba yang banyak dosa yang tiada menguasai akan dirinya dan tidak mampu membuat, menolak mudharat dan manfaat serta tidak dapat menguasai kematian, hidup dan kebangkitan.

Saturday, April 12, 2014

Nabi SAW menggalakkan makan cuka kerana banyak khasiatnya



عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللّهِ رَضِيَ اللّهُ عَنْهُمَا أَنّ رَسُولَ اللّهِ صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ سَأَلَ أَهْلَهُ الْإِدَامَ فَقَالُوا : مَا عِنْدَنَا إلا خَلّ فَدَعَا بِهِ وَجَعَلَ يَأْكُلُ وَيَقُولُ نِعْمَ الْإِدَامُ الْخَلّ نِعْمَ الْإِدَامُ الْخَلّ
Dari Jabir bin Abdullah RA bahawa Rasulullah SAW bertanya tentang lauk pauk kepada keluarganya. Jawab mereka: “Kami tidak mempunyai apa-apa, kecuali cuka”. Lalu Rasulullah SAW meminta dihidangkan. Setelah dihidangkan, baginda memakannya seraya berkata: “Sebaik-baik lauk ialah cuka.” (HR Muslim)


عَنْ أُمّ سَعْدٍ رَضِيَ اللّهُ عَنْهَا عَنْ النّبِيّ صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ نِعْمَ الْإِدَامُ الْخَلّ اللّهُمّ بَارِكْ فِي الْخَلّ فَإِنّهُ كَانَ إدَامَ الْأَنْبِيَاءِ قَبْلِي وَلَمْ يَفْتَقِرْ بَيْتٌ فِيهِ الْخَل
Dari Ummu Said RA dari Nabi SAW baginda bersabda: “Sebaik-baik lauk ialah cuka. “Ya Allah berkatilah cuka. Sesungguhnya ia adalah lauk para nabi sebelumku. Tidak akan dilanda kemiskinan rumah yang ada cuka”. (HR Ibnu Majah)

Sampaikan nasihat kerana aku

Maksud Hadis Qudsi:
Berkata Abu Umamah Al-Bahili r.a. bahawasanya Nabi saw telah bersabda: Allah telah berfirman:
"Sebaik-baik persembahan yang dapat diberikan hamba-Ku kepada-Ku ialah menyampaikan nasihat kerana Aku." (Riwayat: Ahmad, Hakim dan Abu Nu'aim)

Hadis Qudsi – Zikir selepas solat Asar dan Subuh


Berkata Abu Hurairah r.a. bahawasanya Nabi SAW telah bersabda: Allah Taala telah berfirman:
“Hendaklah kamu mengingati Aku seketika selepas solat asar dan subuh nescaya Aku mencukupi kamu di antara keduanya. Disebutkan dalam satu hadis yang lain, “Hendaklah kamu mengingati Allah nescaya Dia akan membantu menyempurnakan hajat kamu.” (Riwayat Ahmad)