Search This Blog

Pages

July 1, 2012

Tawakal Kepada Allah




HADIS 19

Daripada Abu al-'Abbas, Abdullah ibn Abbas, r.a. beliau berkata: "Aku pernah duduk di belakang Nabi SAW pada suatu hari, lalu Baginda bersabda kepadaku:
“Wahai anak! Sesungguhnya aku mahu ajarkan engkau beberapa kalimah: Peliharalah Allah nescaya Allah akan memeliharamu. Peliharalah Allah nescaya engkau akan dapati Dia di hadapanmu. Apabila engkau meminta, maka pintalah dari Allah. Apabila engkau meminta pertolongan, maka mintalah pertolongan dengan Allah. Ketahuilah bahawa kalau umat ini berkumpul untuk memberikan sesuatu manfaat kepadamu, mereka tidak akan mampu memberikanmu manfaat kecuali dengan suatu perkara yang memang Allah telah tentukan untukmu. Sekiranya mereka berkumpul untuk memudharatkan kamu dengan suatu mudharat, nescaya mereka tidak mampu memudharatkan kamu kecuali dengan suatu perkara yang memang Allah telah tentukannya untukmu. Pena-pena telah diangkatkan dan lembaran-lembaran telah kering (dakwatnya)."     

(Riwayat Ahmad no. 2669, al-Tirmizi no. 2516 dan al-Hakim no. 6302)

Dalam riwayat selain Imam al-Tirmizi disebutkan :
“Jagalah Allah nescaya engkau mendapati-Nya di hadapanmu; kenalilah Allah pada waktu lapang nescaya Dia mengenalimu pada waktu kesusahan. Ketahuilah, bahawa apa yang luput daripadamu tidak bakal mengenaimu, dan apa yang mengenaimu tidak bakal luput daripadamu. Ketahuilah bahawa bersama kesabaran da kemenangan; bersama kesusahan ada jalan keluar; dan bersama kesulitan ada kemudahan.”

                         
  HADITH 19

Abu al-‘Abbas ‘Abdullah bin ‘Abbas, radiyallahu anhuma, reported: One day I was behind the Prophet, sallallahu ‘alayhi wasallam, and he said to me:

"O young man, I shall teach you some words [of advice] : Be mindful of Allah, and Allah will protect you. Be mindful of Allah, and you will find Him in front of you. If you (have need to) ask, ask of Allah; and if you seek help, seek help from Allah. Know that even if the Nation (or the whole community) were to gather together to benefit you with something, they would not benefit you with anything except that which Allah has already recorded for you, and that if they gather together to harm you with something, they would not be able to harm you with anything except that which Allah has already recorded against you. The pens have been lifted and the pages have dried."

[Al-Tirmidhi relates this and says: It is a good, genuine Hadith]

In a version other than that of al-Tirmidhi it reads:

"..Be mindful of Allah, you will find Him before you. Get to know Allah in prosperity and He will know you in adversity. Know that what has passed you by was not going to befall you; and that what has befallen you was not going to pass you by. And know that victory comes with patience, relief with affliction, and ease with hardship."


Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :

1.     “Dan sesiapa bertawakal keapda Allah, maka Allah pasti akan memberinya kecukupan.” ( Surah al-Talaq 65: 3)

2.     Antara ciri-ciri menuntut ilmu adalah berusaha menuntut ilmu dengan penuh keinginan dan rasa ingin tahu.

3.     Siapa yang istiqamah melaksanakan perintah-perintah Allah, nicsaya Allah akan menjaganya di dunia dan akhirat.

4.     Beramal soleh serta melaksanakan perintah Allah akan dapat mengelak dariapada bencana dan mendapat pertolongan Allah dariapda kesulitan.

5.     Hanya kepada Allah SWT kita memohon segala bentuk pertolongan dan jangan meminta dariapda apa pun selain Allah SWT.

6.     Manusia tidak akan mengalami musibah kecuali berdasarkan ketetapan Allah ta’ala . Orang yang selalu bersyukur akan mendapat perhatian, pertolongan dan perlindungan dariapda Allah SWT.

7.     Menghormati waktu dan menggunakannya kepada sesuatu yang bermanfaat  sebagaimana Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam memanfaatkan waktunya saat beliau berkendaraan. Gunakan masa muda sebaik mungkin dengan menuntut ilmu yang bermanfaat.

Ziarah Selalu...^^,: Hadis 40 Imam Nawawi - Hadis 19 - Tawakal Kepada Allah:

Hadis 40 Imam Nawawi - Hadis 21 - Sifat Istiqamah








HADIS 21

Daripada Abu `Amru - atau digelar juga Abu `Amrah - Sufian ibn Abdullah r.a. beliau berkata: "Aku berkata: Wahai Rasulullah! Ajarkan untukku dalam lslam suatu ucapan yang aku tidak perlu lagi bertanya kepada orang lain selainmu. Baginda bersabda: Ucapkanlah: Aku beriman kepada Allah. Kemudian hendaklah engkau beristiqamah."    

(Riwayat Muslim no. 38; al-Nasa’i no. 11489 dan Ibn Majah no. 3972)
                         
  HADITH 21



On the authority of Abu 'Amr, though others call him Abu 'Amrah Sufyan bin 'Abdullah, radiyallahu anhu, who said:

I said: "O Messenger of Allah, tell me something about Islam which I could not ask anyone about save you." He answered: "Say: 'I believe in Allah', and then stand firm and steadfast."

[Muslim]

Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :

1.     Beriman kepada Allah ta’ala harus mendahului ketaatan.

2.     Amal soleh dapat menjaga keimanan

3.     Iman dan amal soleh harus dilaksanakan bersama-sama

4.     Istiqamah merupakan darjat yang tinggi.

5.     Para sahabat memiliki keinginan yang kuat dalam menjaga agama dan meningkatkan keimanan mereka
6.     Firman Allah: “Maka hendaklah kamu beristiqamah seperti yang diperintahkan kepadamu” (Surah Hud 11: 112)

7.     Perintah untuk istiqomah dalam tauhid dan ikhlas beribadah hanya kepada Allah semata hingga mati.

8.     Firman Allah: “Sesungguhnya mereka yang berkata: Allah adalah Tuhan kami kemudian mereka istiqamah..” (Surah Fussilat 41: 30)

9.     Firman Allah: “Sesungguhnya orang yang menyatakan: Tuhan kami adalah Allah. Kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhuatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka berduka cita (Surah Ahqaf 33: 13)

10.     Umar bin Khattab berkata: “Mereka (para sahabat) istiqamah demi Allah dalam mentaati Allah dan tidak sedikit pun mereka itu berpaling, sekalipun seperti berpalingnya musang.”

Ziarah Selalu...^^,: Hadis 40 Imam Nawawi - Hadis 21 - Sifat Istiqamah:

Kewajiban mandi Jumaat

1. Kewajiban mandi Jumaat atas setiap lelaki dewasa dan keterangan tentang beberapa hal yang dianjurkan
* Hadis riwayat Abdullah bin Umar, ia berkata:
Aku mendengar Rasulullah bersabda: Bila salah seorang di antara kalian hendak melakukan solat Jumat, maka hendaknya ia mandi. (Shahih Muslim No.1393)
* Hadis riwayat Umar bin Khathab: ia berkata:
Bahwa Rasulullah memerintahkan mandi (Jumaat). (Shahih Muslim No.1395)
* Hadis riwayat Umar bin Khathab, ia berkata:
Rasulullah bersabda: Bila salah seorang di antara kalian hendak melakukan solat Jumaat, maka hendaklah ia mandi. (Shahih Muslim No.1396)
* Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Mandi pada hari Jumaat adalah wajib bagi setiap orang yang baligh. (Shahih Muslim No.1397)
* Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:
Biasanya kaum muslimin berangkat untuk melaksanakan solat Jumaat dari rumah-rumah mereka dari desa-desa sekitar Madinah dengan memakai abaya (sejenis jubah). Debu-debu mengenai mereka, sehingga mengeluarkan bau tubuh. Lalu seseorang di antara mereka mendatangi Rasulullah saw. yang berada di dekatku. Rasulullah saw. bersabda: Sepatutnya kalian mandi untuk menyambut hari ini. (Shahih Muslim No.1398)

2. Memakai wangi-wangian dan bersiwak pada hari Jumaat
* Hadis riwayat Ibnu Abbas ra.:
Bahwa ia pernah menyebutkan sabda Nabi saw. tentang mandi pada hari Jumaat (Shahih Muslim No.1401)
* Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Dari Nabi saw., beliau bersabda: Hak Allah atas setiap muslim adalah mandi setiap tujuh hari, membasuh kepala dan tubuhnya. (Shahih Muslim No.1402)
* Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang pada hari Jumaat mandi seperti mandi jinabat, kemudian berangkat awal (ke masjid), maka seakan-akan ia bersedekah seekor unta gemuk. Barang siapa berangkat pada waktu kedua, maka ia seakan-akan ia bersedekah seekor sapi. Barang siapa berangkat pada waktu ketiga, maka seakan-akan ia bersedekah seekor kambing bertanduk. Barang siapa yang berangkat pada waktu keempat, maka seakan-akan ia bersedekah seekor ayam. Dan barang siapa berangkat pada waktu kelima, maka seakan-akan ia bersedekah sebutir telur. Dan bila imam telah naik mimbar (untuk berkhutbah), maka para malaikat hadir untuk mendengarkan zikir. (Maksudnya mereka tidak lagi mencatat orang yang datang ke mesjid setelah khutbah dimulai). (Shahih Muslim No.1403)

3. Tenang ketika mendengarkan khutbah Jumaat
* Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahawa Rasulullah saw. bersabda: Bila engkau berkata kepada temanmu: “Diam!” pada hari Jumaat, saat imam berkhutbah, maka engkau benar-benar berbicara sia-sia. (Shahih Muslim No.1404)

4. Tentang waktu mustajab pada hari Jumaat
* Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. menyebut hari Jumaat, beliau bersabda: Di hari itu ada saat-saat, di mana bila seorang muslim solat dan meminta sesuatu tepat pada saat itu, pasti Allah memberinya. (Shahih Muslim No.1406)

5. Petunjuk umat ini pada hari Jumaat
* Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Kita adalah umat terakhir, tetapi kita umat yang lebih dahulu pada hari kiamat nanti. Karena setiap umat diberi kitab sebelum kita, sedangkan kita diberi kitab sesudah mereka. Kemudian hari ini (hari Jumaat), hari yang telah ditentukan Allah untuk kita, Allah telah memberi petunjuk kepada kita pada hari tersebut, maka umat lain mengikuti kita, besok (hari Sabtu) umat Yahudi dan lusa (hari Ahad) umat Kristian. (Shahih Muslim No.1412)

6. Waktu solat Jumaat adalah ketika matahari tergelincir
* Hadis riwayat Sahal ra., ia berkata:
Kami tidak tidur siang dan makan siang, kecuali setelah melaksanakan solat Jumaat. (Shahih Muslim No.1422)
* Hadis riwayat Salamah bin Akwa` ra. ia berkata:
Kami dahulu melakukan solat Jumat bersama Rasulullah saw. pada saat matahari telah tergelincir (condong ke barat) kemudian pulang, berjalan sambil meniti tempat teduh. (Shahih Muslim No.1423)

7. Menjelaskan dua khutbah sebelum solat dan duduk antara dua khutbah
* Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata:
Rasulullah saw. selalu menyampaikan khutbah Jumaat sambil berdiri kemudian duduk dan berdiri lagi. Ia berkata: Seperti yang dilakukan oleh kaum muslimin saat ini. (Shahih Muslim No.1425)

8. Tentang firman Allah: Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhutbah)
* Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra.:
Bahwa Pada hari Jumat, ketika Nabi saw. sedang berdiri menyampaikan khutbah, tiba-tiba datang kafilah dari Syam. Kaum muslimin yang saat itu sedang mendengarkan khutbah Nabi berhambur keluar menuju kafilah tersebut, sehingga hanya dua belas orang yang tetap (berada dalam mesjid). Lalu turunlah ayat yang terdapat dalam surat Al-Jumu`ah ini: Bila mereka melihat perdagangan-pedagang atau permainan, mereka bubar demi hal tersebut, meninggalkanmu yang sedang berdiri “berkhutbah”. (Shahih Muslim No.1428)

9. Sunat memendekkan solat dan khutbah Jumaat
* Hadis riwayat Ya`la bin Umayah ra.:
Dari Shafwan bin Ya`la dari ayahnya bahwa ia mendengar Nabi saw. membaca ayat Alquran di atas mimbar Dan mereka menyeru: Wahai Malik. (Shahih Muslim No.1439)

10. Solat sunat tahiyat masjid ketika imam sedang berkhutbah
* Hadis riwayat Jabir bin Abdullah ra., ia berkata:
Ketika Nabi saw. sedang berkhutbah pada hari Jumat, tiba-tiba datang seseorang (untuk melaksanakan solat Jumat). Rasulullah saw. bertanya kepada orang itu: Hai fulan, apakah engkau sudah melakukan solat (tahiyat masjid)? Orang itu menjawab: Belum. Lalu sabda Rasul: Bangun dan solatlah. (Shahih Muslim No.1444)

11. Surah yang dibaca pada hari Jumaat
* Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Dari Nabi saw. bahwa: Dalam salat Subuh, di hari Jumat Nabi saw. membaca surat As-Sajadah dan Al-Insan. (Shahih Muslim No.1455)

12. Solat sunat sesudah solat Jumaat
* Hadis riwayat Abdullah bin Masud ra.:
Bahwa setelah mengerjakan solat Jumat, ia pulang dan mengerjakan solat sunat dua rakaat di rumah. Kemudian ia berkata: Dulu Rasulullah saw. berbuat demikian. (Shahih Muslim No.1460)

Sumber:https://mysaffiyah.wordpress.com/2011/03/11/hadis-solat-jumaat/

SYURGA DAN NERAKA BAGI WANITA

SYURGA DAN NERAKA BAGI WANITA

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda bahawa empat jenis wanita yang berada di syurga dan empat jenis wanita yang berada di neraka dan beliau menyebutnya di antara empat jenis perempuan yang berada di syurga ialah:

1. Perempuan yang menjaga diri dari berbuat haram lagi berbakti kepada Allah SWT dan suaminya.

2. Perempuan yang banyak keturunannya lagi penyabar serta menerima dengan senang hati dengan keadaan yang serba kekurangan (dalam kehidupan) bersama suaminya.

3. Perempuan yang bersifat pemalu, dan jika suaminya pergi maka ia menjaga dirinya dan harta suaminya, dan jika suaminya datang ia mengekang mulutnya dari perkataan yang tidak layak kepadanya.

4. Perempuan yang ditinggal mati oleh suaminya dan ia mempunyai anak-anak yang masih kecil, lalu ia mengekang dirinya hanya untuk mengurusi anak-anaknya dan mendidik mereka serta memperlakukannya dengan baik kepada mereka dan tidak bersedia kahwin kerana khuatir anak-anaknya akan tersia-sia (terlantar / terbiar).



Kemudian Rasulullah SAW bersabda bahawa empat jenis wanita yang berada di neraka ialah:

1. Perempuan yang jelek (jahat) mulutnya terhadap suaminya, jika suaminya pergi, maka ia tidak menjaga dirinya dan jika suaminya datang ia memakinya (memarahinya).

2. Perempuan yang memaksa suaminya untuk memberi apa-apa yang di luar kemampuannya.

3. Perempuan yang tidak menutupi dirinya dari kaum lelaki dan keluar dari rumahnya dengan menampakkan perhiasannya dan memperlihatkan kecantikannya (untuk menarik perhatian kaum lelaki).

4. Perempuan yang tidak mempunyai tujuan hidup kecuali makan, minum dan tidur dan ia tidak senang berbakti kepada Allah.
.
KIRIMAN TIGOSOTIGO —

jangan lupa habiskan surah Al Kahfi :)

June 24, 2012

Beberapa Larangan Rasulullah S.A.W




Posted in Akidah Akhlak

Share
Dari al-Mughirah r.a, dari nabi s.a.w baginda bersabda: “Allah telah melarang keras (mengharamkan) kamu menderhakai ibu, melarang membuat kikir dan mengubur anak perempuan. Tuhan benci kamu jika kamu terlalu banyak berbicara begitu begini, terlalu banyak bertanya serta membuang-buang harta tidak pada tempatnya.”
(Bukhari)
Huraian:
Dosa-dosa besar adalah perbuatan yang membolehkan seseorang itu tergolong di kalangan orang-orang yang menempah keburukan di akhirat nanti walhal di dunia pun balasan dosa akibat perbuatan tersebut tidak mustahil akan menimpa mereka.
Menderhakai ibu, bakhil dengan kelebihan nikmat yang dikurniakan Allah S.W.T, membunuh anak sendiri, banyak bercakap perkara yang sia-sia, banyak bersoal jawab sebelum melakukan sesuatu perkara dan suka melakukan pembaziran merupakan perbuatan yang dilarang dan dibenci di dalam Islam.
Jika direnung akan keadaan umat sekarang, musibah-musibah yang datang menimpa tidak pernah berkesudahan. Sama ada ia boleh dikategorikan sebagai cubaan Allah, bala atau malapetaka semuanya bergantung pada kedudukan sesebuah umat itu kerana Allah tidak pernah menzalimi manusia tetapi manusialah yang menzalimi diri mereka sendiri.
Jika kita lalai daripada mengingati dan mensyukuri nikmat Allah, segala sesuatu yang buruk akan sanggup kita lakukan kerana ia timbul hasil dorongan hawa nafsu. Hilang sifat kasih sayang, kasihan belas apatah lagi sifat kebergantungan terhadap Yang Maha Kuasa. Timbullah sikap angkuh dan bongkak hingga sanggup menzalimi orang lain. Tidak sedar akan balasan Allah yang bakal menimpa. Bahkan kita melakukan dosa dengan perasaan megah dan bangga.
Itulah antara sebab-sebab yang mengundang kecelakaan. Oleh itu sebagai hamba yang beriman janganlah kita melakukan perkara yang ditegah kerana setiap tegahan itu adalah untuk kebaikan diri kita sendiri agar hidup sentiasa berada di dalam keredhaan Ilahi.
 —

Fikirkan.....



DALIL DARI HIMPUNAN HADITH SHAHIH
Berkenaan IKHLAS
~ Dari Abu Firas rahmatullah ‘alaih (seorang dari Kabilah Aslam) telah berkata: seorang telah berseru dan bertanya: ya Rasulullah! Apa itu iman? Nabi SAW bersabda: Iman itu ialah ikhlas. (HR Baihaqi)

Berkenaan DOA
~ Dari Ali r.a meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda: Doa adalah senjata bagi orang-orang mukmin, tiang bagi agama, dan nur bagi langit dan bumi. (HR Hakim)
~ Dari Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahawa baginda Rasulullah SAW bersabda: Tiada sesuatu yang lebih mulia disisi Allah selain daripada doa. (HR Tirmizi)

Berkenaan LIDAH
~ Dari Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW telah bersabda: Seorang hamba tanpa berfikir panjang mengatakan satu perkara yang kerananya dia akan terhumban ke neraka Jahanam lebih jauh dari jarak bumi dan langit. (HR Muslim)
~ Dari Hasan r.a berkata telah sampai kepada kami satu hadith bahawa Rasulullah SAW telah bersabda: Moga-moga Allah merahmati seorang hamba yang baik lalu memperoleh keuntungan di dunia dan di akhirat, atau berdiam diri dan terselamat dari salah silap lidah.
(HR Baihaqi)
~ Dari Abu Hurairah r.a meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW telah bersabda: Keelokkan dan kesempurnaan seseorang ialah bahawa dia yang meninggalkan perbuatan dan perkataan yang sia-sia.
(HR Tirmizi)
 —

RASULULLAH S.A.W. MENEGUR PERBUATAN 'MELEPAK'


Ramli Joned


Dari Abu Sai’d. Al-Khudri r.a, dari Rasulullah SAW sabdanya:”HINDARILAH DARIPADA DUDUK-DUDUK DI PINGGIR JALAN!” Jawab para sahabat,” Kami terpaksa duduk-duduk di situ membincangkan hal-hal yang perlu..” Sabda Rasulullah SAW, “Jika memang perlu kamu duduk-duduk di situ, berikan hak jalanan.” Mereka bertanya:”Apa haknya, ya Rasulullah?" Jawab baginda :”TUNDUKKAN PANDANGAN, JANGAN MENGGANGGU, JAWAB SALAM (ORANG YANG LALU), ANJURKAN BEBAIKAN, DAN CEGAH YANG MUNGKAR..”... (HR Muslim)...

1. MELEPAK memberi makna tentang suatu tabiat yang negatif di kalangan masyarakat, seperti di kalangan REMAJA DAN DEWASA, yang menghabiskan masa dengan duduk-duduk, BERBUAL-BUAL KOSONG, MAKAN DAN MINUM, BERGELAK KETAWA, tanpa melakukan sesuatu yang berfaedah... Pada peringkat awalnya kegiatan ini merupakan budaya yang dilakukan oleh kutu-kutu jalanan.... Namun sekarang gejala ini sudah merata kesegenap peringkat, dan SUDAH DIANGGAP BIASA.....

2. MELEPAK yang bertujuan untuk kebaikan, seperti untuk berbual tentang perkara yang bermanfaat, adalah dibenarkan dalam Islam, tetapi mestilah tidak sampai menghalang orang yang lalu-lalang, dan membuat sesuatu yang menyakitkan masyarakat sekeliling seperti membuat bising, mengata-ngata orang, mengusik dan sebagainya kerana yang sedemikian sudah terkeluar daripada adab-adab dalam bersosial dan bermasyarakat....

3. Setiap muslim seharusnya menjauhi perbuatan yang SIA-SIA dan melalaikan, kerana Islam amat membenci perkara yang menggambarkan sikap orang yang suka MEMBUANG MASA....

SEMUA NI'MAT ALLAH AKAN DITANYA DI AKHIRAT NANTI




Ramli Joned 
Di dalam Surah Al Isra' diperingatkan. Allah SWT berfirman yang maksudnya: "Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan ditanya pada hari kiamat, kemanakah dipergunakannya”.... Baginda SAW bersabda: "Tentang nikmat2 Allah SWT yang akan ditanya pada hari kiamat termasuklah ketenteraman hati dan kesihatan tubuh.” Mujahid rah.a berkata : ”Tiap-tiap kelazatan duniawi dan kemewahaan hidup adalah termasuk nikmat dan semuanya akan ditanya.” Ali r.a. berkata : "Tentang nikmat2 yang akan disoal pada hari Kiamat termasuklah kesihatan (tubuh badan)..”....

Seorang bertanya kepada Ali r.a..: "Apakah yang dimaksudkan dengan ayat yang ertinya:” Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu (pada hari kiamat) tentang kenikmatan (yang kamu megah2kan di dunia itu).” Jawab beliau: "Bahawa apa2 yang ditanyai pada hari kiamat termasuklah ROTI, GANDUM, AIR ANGIN (dan semua jenis makanan serta minuman) dan RUMAH KEDIAMAN..” 

Di dalam hadis ada disebut bahwa apabila ayat yang tersebut diturunkan maka sebahagian dari para sahabat bertanya : "Kenikmatan yang manakah akan ditanya Ya, Rasulullah SAW ? Makanan yang kami perolehi itu pun, tidak mencukupi buat mengenyangkan perut..” Maka turunlah wahyu untuk menyatakan kepada mereka.: "Bahawa tidakkah kamu memakai kasut dan meminum air sejuk... Bukankah itu semua merupakan kenikmatan yang Allah berikan ?”...

Didalam sebuah hadis lagi disebutkan bahawa apabila ayat tersebut diturunkan maka sebahagian dari para sahabat bertanya .: ”Kenikmatan yang manakah yang akan ditanyai Ya Rasulullah SAW? Sedangkan yang kami perolehi sebagai makanan hanyalah sebuah tamar dan air sejuk... Pedang sentiasa tergantung di bahu (untuk berjihad) dan musuh (orang2 kafir) berhadapan dengan kami (yang kerana itu kedua2 jenis makanan itupun kami tidak dapat nikmati dalam keadaan tenang dan tenteram)’... Jawab Baginda SAW ;"Bahawa tidak lama lagi kamu akan mencapai kenikmatan yang tak terhitung banyaknya.”....

Di dalam sebuah hadis ada diterangkan bahawa julung2 pertanyaan yang akan ditanyakan pada hari kiamat ialah tentang KESIHATAN TUBUH... Allah SWT bertanya:"Kami menganugerahi kamu kesihatan tubuh (maka dimanakah kamu mempergunakannya dan apakah yang kamu perbuat untuk mendapatkan keredhaan Allah).".... 

Setelah menikmati makanan yang dihidangkan, Baginda SAW bersabda : “ Bahawa roti, daging dan beranika jenis rupa buah tamar ini semua adalah merupakan kenikmatan Allah SWT..” ... Kemudian mata Baginda SAW dicucuri airmata, sambil bersabda : “ Demi Tuhan yang memiliki nyawaku, ini semuanya kenikmatan Allah SWT yang akan ditanya pada hari kiamat (para sahabat memperolehi nikmat2 dalam keadaan di mana mereka sangat2 berkehendakkannya... Disebabkan itu mereka merasa kehairanan dan dukacita yang amat sangat kerana kenikmatan yang diperolehi dalam keadaan demikian itu pun akan disoal).”....

Pada satu ketika Umar r.a lalu dihadap seorang yang bisu, tuli lagi bersopak... Beliau bertanya kepada rakan2nya: “Adakah anda melihat kenikmatan2 Allah pada orang ini ?”.. Mereka menjawab:” Kami tidak apa-apa kenikmatan pun pada orang ini.” .. Beliau berkata:" Apakah dia tidak membuang air kecil dengan senang.”.. Rasulullah SAW bersabda: "Tiadalah seorang pun di antara kamu yang tidak menghadap Allh SWT pada hari kiamat, di mana tidak ada hijab (tirai) di antara Allah dengan makhlukNya... Amalan-amalan samada baik atau buruk akan bersama-samanya... Dan api neraka jahanam akan berada dihadapannya... Oleh sebab itu seboleh2nya PADAMKANLAH API NERAKA itu dengan memberikan sedekah, walaupun dengan separuh tamar..”...
 —

RASULULLAH S.A.W. MELARANG BANYAK KETAWA

Joned 
Ramli Joned


DALAM Islam apa saja yang dilakukan biarlah BERSEDERHANA... Sesuatu perbuatan itu jika dilakukan dengan terlampau, biasanya akan membawa padah buruk... 
Begitu juga dengan KETAWA... banyak ketawa menjadikan hati semakin malap dan tidak berseri... LAMPU HATI tidak bersinar dan akhirnya terus tidak menyala. Hati juga tidak berfungsi lagi... Nabi Muhammad SAW melarang umatnya daripada gelak-ketawa yang melampaui batas.... Ini kerana banyak ketawa menghilangkan akal dan ilmu.... Barang siapa ketawa tergelak-gelak, terbahak-bahak, akan hilang satu pintu daripada pintu ilmu... 

KENAPA DILARANG ketawa berdekah-dekah? Dalam keadaan suka yang keterlaluan, hati kita lalai dan LUPA SUASANA AKHIRAT DAN ALAM BARZAKH yang bakal ditempuhi kelak... Sepatutnya kita berfikir bagaimana kedudukan kita di sana nanti, sama ada berbahagia atau menderita.... Berbahagia di dunia bersifat sementara, tetapi di akhirat berpanjangan tanpa had... Penderitaan di dunia hanya seketika, tetapi di akhirat azab yang berterusan dan berkekalan... Merenung dan memikirkan keadaan ini cukup untuk kita menghisab serta menyedarkan diri kita mengenai bahaya yang akan ditempuh... Rasulullah SAW bersabda, bermaksud; *Barang siapa banyak tertawa-tawa, nescaya meringankan api neraka.* Maksudnya mudah dimasukkan ke dalam neraka...

KITA TIDAK DILARANG menunjukkan perasaan suka terhadap sesuatu.. Cuma yang dilarang ialah berterusan gembira dengan ketawa yang berlebihan. Sebaik-baik cara bergembira ialah seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW... Baginda tidak terbahak-bahak tetapi hanya tersenyum menampakkan gigi tanpa bersuara kuat... Beberapa sahabat Baginda SAW pernah berkata "Ketawa segala Nabi ialah tersenyum, tetapi ketawa syaitan itu tergelak-gelak." ....

Rasulullah SAW adalah sentiasa tersenyum dan suka menggembirakan orang lain.. Sebarang kegusaran dan kehibaan hati akan disembunyikan sedapat mungkin agar tidak diketahui sahabat... Abdullah bin Harits menyebut: "Aku tidak pernah melihat seseorang yang sentiasa tersenyum melebihi Rasulullah SAW"....

Ketawa pernah disifatkan sebagai *UBAT JIWA*... Tetapi sesuatu ubat akan berubah menjadi racun apabila diambil secara berlebihan... IMAM HASSAN AL BANNA, Mursyidul Am Ikhwan Muslimin, pernah berwasiat agar janganlah banyak ketawa, kerana HATI YANG SENTIASA BERHUBUNG DENGAN ALLAH, SENTIASA TENANG DAN TENTERAM.....