Search This Blog

Pages

September 25, 2011

BERBUAT BAIK KEPADA IBU

Dari Bahaz bin Hakim, dari bapaknya, dari kakeknya, aku berkata,


 ۳/۳ يَا رسول الله مَنْ أَبَرُّ؟ قَالَ : أُمَّكَ، قُلْتُ:ثُمَّ مَنْ أَبَرُّ؟ قَالَ: أُمَّكَ، قُلْتُ:ثُمَّ مَنْ أَبّرُّ؟ قَالَ : أّمَّكَ، قُلْتُ:ثُمَّ مَنْ أَبَرُّ؟ قَالَ: أَبَاكَ، ثُمَّ اْلأَقْرَبَ فَاْلأَقْرَبَ 


 "Wahai Rasulullah! Siapa yang harus saya perlakukan dengan baik?" Rasulullah menjawab, "Ibumu". Saya bertanya lagi, "Siapa yang harus saya perlakukan dengan baik?" Rasulullah menjawab, "Ibumu" Lalu saya bertanya, "Siapa yang harus saya perlakukan dengan baik?" Rasulullah menjawab, "Ibumu". Saya bertanya, "Siapa yang harus saya perlakukan dengan baik?." Rasulullah menjawab, "Bapakmu, kemudian kerabat yang terdekat, lalu kerabat yang terdekat." 


 [Hasan, di dalam kitab Al Inva (2232, 829), dan di dalam (Sunan Tirmidzi, 25- Kitab Al Birru wa Ash-Shilat, 1- Bab Ma Ja'a fi Birril-Walidain).]

Doa Kedua Orang Tua

Dari Abu Hurairah berkata, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,


 ٢٤/٣٢ ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتُ لَهُنَّ لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ المسَّافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدَيْنِ عَلَى وَلَدِهِمَا. 


 "Ada tiga doa yang tidak diragukan kemustajabannya, yaitu, doa orang yang dizhalimi (dianiaya), doa orang musafir, dan doa kedua orang tua kepada anaknya."

SILATURRAHIM

Dari Abu Ayyub Al Anshari, bahwa seorang Arab Badui menghadang Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam perjalanannya, lalu berkata, "Ceritakanlah kepadaku hal-hal yang mendekatkan aku ke surga dan menjauhkan aku dari neraka," Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab, "Sembahlah Allah dan janganlah engkau menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, dirikanlah shalat, bayarlah zakat, dan sambunglah silaturrahim."

SILATURRAHIM MENAMBAH UMUR

Dari Anas ibnu Malik, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 


 ٤۱/٥٦ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ 


 "Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan ditambah umurnya, maka hendaklah menjalin silaturrahim." 


 [Shahih, di dalam kitab Shahih Abu Daud (1485). (Bukhari, 78, Kitab Al Adab, 12- Bab Busitha Lahu Fir-Rizqi bi Shalatirrahim]

Berbuat Baik kepada Kerabat dan seterusnya

Dari Al Miqdam bin Ma'dikarib, bahwasanya dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihiwasallam bersabda,


 ٤٤/٦٠ إِنَّ اللهَ يُوْصِيْكُمْ بِاُمَّهَاتِكُمْ ثُمَّ يُوْصِيْكُمْ بِأُمَّهَاتِكُمْ ثُمَّ يُوْصِيْكُمْ بِآبَائِكُمْ ثُمَّ يُوْصِيْكُمْ بِاْلأقْرَبِ فَاْلأَقْرَبِ 


 "Sesungguhnya Allah telah berwasiat kepada kamu tentang ibumu, dan berwasiat kepadamu (untuk berbuat baik) ibumu, kemudian berwasiat (berbuat baik) dengan ayahmu, lalu berwasiat kepadamu (berbuat baik) dengan karib kerabatmu yang terdekat dan seterusnya." 


 [Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (1666). (Ibnu Majah, 23-Kitab Al Adah, 1- Bab Al Walidaini, hadits 3661]

Dosa Orang yang Memutus Hubungan Silaturrahim

Dari Jubair ibnu Muth'im, bahwasanya dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,


 ٤٥/٦٤ لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ رَحِمٍ


 "Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan tali silaturrahim." [Shahih, di dalam kitab Sltahih Abu Daud (1488), Ghayatul Maram (407). (Bukhari, 78- Kitab Al Adah, 11- Bab Itsmul Qathi'i. Muslim, 45-Kitab Al Birru wash-Shilatu wal-Adab, hadits 18,19]

Pelajarilah Nasab-nasabmu yang Harus Engkau Sambung Hubungan Silaturrahimnya

53/72.Dari Jabar ibnu Muth'im, bahwasanya dia mendengar Umar bin Khaththab radhiyalla.hu 'anhu berbicara di atas mimbar,


 ٥٣/٧٢ - تَعَلَّمُوْا أَنْسَابَكُمْ ثُمَّ صِلُوْا أَرْحَامَكُمْ وَاللهِ إِنَّهُ لَيَكُوْنُ بَيْنَ الرَّجُلُ وَبَيْنَ أَخِيْهِ الشَّيْءُ وَلَوْ يَعْلَمُ الَّذِي بَيْنَهُ وَبَيْنَهُ مِنْ دَاخَلَةِ الرَّحِمِ َلأَوْزَعَهُ ذَلِكَ عَنْ اِنْتِهَاكِهِ 


 "Pelajarilah nasab-nasabmu, kemudian jalinlah silaturrahim kepada kerabat-kerabatmu. Demi Allah, sesungguhnya ada sesuatu yang terdapat di antara seseorang dan saudaranya. Sekiranya dia mengetahui antara dia dan saudaranya semenjak di dalam rahim, maka niscaya ia akan mencegah untuk tidak merusaknya." [Hasan sanadnya, dan shahih diriwayatkan secara marfu', As-Silsilah Ash-Shahihah (277).]

Tidaklah Seseorang Merasa Kenyang sedangkan Tetangganya Tidak

82/112. Dari Abdullah ibnu Al Musawir, dia berkata, "Aku mendengar Ibnu Abbas memberitahukan Ibnu Az-Zubair sambil berkata, 'Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi tvasallam bersabda, 


 ٨٢/١١٢ - لَيْسَ الْمُؤْمِنُ الَّذِي يَشْبَعُ وَجَارُهُ جَائِعٌ 


 "Tidak termasuk seorang mukmin, jika ia kenyang sedangkan tetangganya lapar." [Shahih, di dalam kitab Ash-Shahihah (149)]

Mencium anak - anak

Dari Abu Hurairah, dia berkata,


 ٦۹/۹۱ - قَبَّلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَسَنَ بْنُ عَلِىِّ وَعِنْدَهُ اْلأَقْرَعُ بْنُ حَابِسٍ التَّمِيْمِيُّ جَالِسٌ فَقَالَ اْلأَقْرَعُ: إِنَّ لِي عَشَرَةٌ مِنَ الْوَلَدِ مَا قَبْلَتُ مِنْهُمْ أَحَدًا! فَنَظَرَ إِلَيْهِ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ" مَنْ لاَ يَرْحَمْ لاَ يَرْحَمْ 
 "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mencium Hasan ibnu Ali, sementara di sampingnya ada Al Aqra' ibnu Habis At-Tamimi sedang duduk, lalu Aqra' berkata, 'Sesungguhnya aku mempunyai sepuluh anak, aku tidak pernah menciumnya seorangpun dari mereka!.' Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melihatnya dan bersabda, 'Barang siapa tidak menyayangi, maka dia tidak akan disayangi."' 


[Shahih, di dalam kitab Ghayatul Maram (70-71). (Bukhari, 78-Kitab Al Adah, 18- Bab Al Walad Taqbiluhu wa Muanaqatuhu. Muslim, 43- Kitab Al Fadhail, hadits 65)]

Memberikan Hadiah kepada Tetangga yang Pintunya Lebih Dekat





 Dari Aisyah, dia berkata,
 ٧۹/۱٠٧ - يَا رَسُوْلُ اللهِ! اِنِّ لِي جَارَيْنِ، فَإِلَى أَيِّهِمَا أُهْدِى؟ قَالَ: إِلَى أَقْرَبِهِمَا مِنْكَ بَابًا 
 "Aku berkata, 'Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku mempunyai dua tetangga, yang mana di antara keduanya. Rasulullah bersabda, “Kepada tetangga pintunya yang pintunya lebih dekat kepadamu. [Shahih. (Bukhari, 78- Kitab Al Adah, 32- Bab Haqqul Jiwari Qurbal Abwabi).]