Search This Blog

Pages

January 11, 2011

Empat Kunci Kemurkaan



Rasulullah s.a.w telah bersabda yang maksudnya:”Empat kalangan yang pada waktu pagi mereka dimurkai Allah dan pada waktu petangnya juga dimurkai Allah. Abu Hurairah bertanya: Siapa mereka wahai Rasulullah? Jawab baginda:” Orang lelaki yang berlagak seperti wanita, kaum wanita yang berlagak seperti lelaki. Orang yang bersetubuh dengan binatang dan orang yang melakukan hubungan sejenis.”

Hikmah memberi Salam


Sabda Rasulullah S.A.W yang bermaksud; “Orang yang memulakan memberi salam adalah terlepas daripada sifat sombong dan takbur” ( Riwayat Al-Baihaqi & Al-Khatib )

Yang Memberitahukan Perihal Jin Yang Mendengarkan Al Quran

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud ra. : bahwa ia ditanya seseorang, "siapa yang memberitahu Nabi Saw perihal sekelompok jin yang mendengarkan pembacaan Al Quran?" dia berkata bahwa yang memberitahu Nabi Saw adalah sebatang pohon.

January 10, 2011

Larangan Thawaf untuk Wanita Haid

Diriwayatkan dari Aisyah r.a. : kami pergi dengan niat melaksanakan ibadah haji dan ketika tiba di Sarif (11 km dari kota Mekkah), aku haid. Ketika aku sedang menangis, Rasulullah SAW menemuiku. Nabi Muhammad Saw. Bersabda,”apa yang terjadi denganmu? Apakah kau haid?” aku menjawab,”ya”. Nabi Muhammad Saw. Bersabda,”ini adalah takdir yang diturunkan Allah kepada anak-anak perempuan Adam. Jadi kerjakanlah apa yang perlu dikerjakan selama Haji kecuali Thawaf mengelilingi Ka’bah”, Aisyah menambahkan,”Rasulullah SAW berkurban sejumlah sapi untuk istri-istrinya”

Meninggal Dalam Keadaan Berhaji



Diriwayatkan dari Ibn Abbas r.a. : ketika seseorang lelaki tengah berada di Arafah (beribadah Haji) bersama Rasulullah saw, ia jatuh dari kudanya hingga lehernya patah. Nabi Muhammad Saw bersabda, “basuhlah ia dengan air dan sidr dan kafani ia dengan dua helai kain, janganlah diberi wewangian ataupun ditutupi kepalanya kerana ia akan dibangkitkan kembali di hari kiamat dengan mengucapkan labbaik.”

Berhaji Atas Nama Orang Tua dan Larangan Saling Memandang Lawan Jenis



Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas ra. : Al Fadhl (saudara lelakinya) membonceng di belakang Rasulullah Saw dan seorang perempuan dari suku Khats’am datang, Al Fadhl dan perempuan itu saling memandang. Nabi Muhammad Saw memalingkan wajah Al Fadhl kearah yang lain. Perempuan itu berkata, “ya Rasulullah, ibadah haji diwajibkan Allah kepada para hamba-Nya dan ayahku telah tua dan lemah dan tidak dapat duduk tegap di atas kudanya, bolehkah aku melaksanakan ibadah haji atas namanya?” Nabi Muhammad Saw menjawab, “ya, kau diperbolehkan”. Peristiwa itu terjadi pada Haji Wada’ (Haji Penghabisan Nabi Saw).

Jihad Kaum Perempuan



Diriwayatkan dari Aisyah ra., Ummu Al Mu’minin : aku berkata, “ ya Rasulullah ! menurut pertimbangan kami , jihad adalah perbuatan yang utama. Haruskah kami ikut berjihad?”. Nabi Muhammad Saw bersabda, “jangan ! Jihad terbaik (untuk kaum perempuan) adalah haji mabrur”.

Syarat Haji Mabrur



Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. : Nabi Muhammad Saw pernah bersabda, “siapa pun yang melaksanakan ibadah haji semata-mata kerana Allah dan tidak melakukan hubungan badan dengan isterinya dan tidak berbuat dosa (selama melaksanakan ibadah haji) maka ia akan kembali seperti orang yang dilahirkan kembali”

January 9, 2011

ARAH KIBLAT



Diriwayatkan dari Al Bara r.a. : ketika Nabi Muhammad Saw. Datang ke Madinah, pada awalnya dia tinggal bersama kakek kakeknya atau paman paman dari ibunya dari pihak Anshar.
Selama enam belas atau tujuh belas bulan Nabi Muhammad Saw. Mendirikan shalat dengan menghadapkan wajahnya ke arah Bayt Al Maqdis (Yerusalem), beliau sebenarnya ingin shalat menghadap ke arah Ka’bah, kemudian turunlah wahyu yang memerintahkan ia menghadapkan wajahnya ke arah Ka’bah. Shalat asar yang dilakukan berjamaah adalah shalat pertama Rasulullah SAW ke arah Ka’bah. Salah seorang yang ikut shalat asar berjamaah bersama Rasulullah SAW kemudian pergi ke sebuah masjid tempat orang-orang tengah melaksanakan shalat dengan menghadapkan wajahnya ke arah Yerusalem.
Lalu orang itu memberitahu mereka.”demi Allah SWT, aku bersumpah bahwa aku telah melaksanakan shalat bersama Rasulullah SAW dengan menghadapkan wajah ke arah Ka’bah.” (mendengar hal itu) mereka segera mengubah arah kiblat mereka.
Orang-orang yahudi dan ahli kitab yang pada mulanya merasa senang kerana kiblat shalat Rasulullah SAW adalah Yerusalem kecewa ketika Rasulullah SAW mengubah kiblat shalatnya ke arah Ka’bah.

BERIBADAH SECARA TETAP LEBIH DISUKAI



Diriwayatkan dari Aisyah r.a. : ketika saya sedang duduk bersama seorang perempuan, Nabi Muhammad Saw. Datang dan bertanya kepadaku,”siapa dia?” aku jawab,”si fulanah” dan aku ceritakan pada Nabi Muhammad Saw. Bahwa dia beribadah dengan berlebihan. Nabi Muhammad Saw. Bersabda dengan memperlihatkan ketidaksetujuannya,”perbuatan baik yang dilakukan secara berlebihan tidak akan membuat Allah lelah (untuk memberikan pahala) namun engkau yang akan lelah dan al – din (perbuatan baik – ibadah yang paling dicintai Allah SWT) adalah yang dikerjakan secara tetap.